Pilih Laman
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Print Friendly
Karanganyar – Skill Development Center (Pusat Pengembangan Keahlian) Kabupaten Karanganyar. Dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan turunnya pendapatan masyarakat. Roda ekonomi seperti lumpuh dalam sekejap karena aktivitas di luar rumah dibatasi. Sebagian besar pekerja terpaksa dirumahkan dan ada juga yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dampak hal itu sebetulnya tidak hanya dirasakan oleh pekerja saja, namun juga dirasakan oleh pelaku usaha baik usaha mikro kecil, menengah, sedang, maupun besar. Dengan begitu, masyarakat dituntut agar lebih kreatif dan inovasi untuk memenuhi tuntunan kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini kemudian direspon baik oleh Juliyatmono selaku Bupati Karanganyar dengan mengambil langkah untuk membuka Skill Development Center (Pusat Pengembangan Keahlian) salah satunya tata boga bagi masyarakat umum. Kepala Disdagnakerkop dan UMKM Karanganyar Waluyo Dwi Basuki mengatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi dimasa pandemi ini yakni dengan memberikan pelatihan dan keterampilan memasak khususnya kepada kaum perempuan agar membantu ekonomi keluarga. Lebih lanjut Waluyo mengatakan program SDC sekaligus menjaring calon penerima subsidi bagi pengangguran dalam masa menunggu bekerja. Di Karanganyar, tersedia sejumlah lembaga pelatihan kerja seperti di BLK Karangpandan, SMK dan LPK yang yang ditunjuk pemerintah. Salah satunya SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar sebagai Workplace keterampilan tata boga. Pelatihan tata boga ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar setiap hari Sabtu dan Minggu yang diberikan secara gratis kepada peserta pelatihan. Pelatihan ini dilakukan selama delapan kali pertemuan dan diikuti oleh masyarakat umum yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar. Tutor pelatihan Ibu Hermawati Tamrin dan Baroroh Mustaqimah tersebut bukan hanya membantu tetapi juga ikut serta menjadi peserta pelatihan. Tujuannya agar mendapat pengetahuan dan keterampilan baru dibidang memasak agar nanti kelak dapat dikembangkan. “Pelatihan tata boga di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar ini saya fokuskan pada pembuatan jenis-jenis dan macam roti, dan kue, bahan yang digunakan sudah disiapkan dari kami, sehingga peserta pelatihan tidak perlu membawanya dari rumah, peserta pelatihan juga sudah difasilitasi dengan diberikan modul berupa resep untuk memasak kue ataupun roti” Ujar Bu Hermawati Tamrin selaku tutor pelatihan. Harapan adanya pelatihan tata boga ini semoga masyarakat khususnya Kabupaten Karanganyar tidak terpuruk karena turunnya ekonomi akibat pandemi, setiap ada kemauan pasti ada jalan, salah satunya adalah menambah pengetahuan dan keterampilan menjadi pekerja yang siap dengan mengikuti pelatihan tata boga di Karanganyar.
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Print Friendly
Alhamdulillah, pada tahun 2020 SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar  telah dianugerahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktrorat Pendidikan Vokasi  sebagai SMK Center of Excellence (CoE) dan dilanjutkan pada tahun 2021 sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) pada sektor Hospitality pada program keahlian Kuliner, Berupa bantuan Fisik dan Non Fisik. Untuk bantuan Fisik berupa peralatan yang bisa digunakan praktik peserta didik yang berstandar industri. Saat ini SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar ditunjuk oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdaganerkop) UMKM Karanganyar menjadi salah satu workplace Pelatihan Tata Boga (Prosesing) dalam Program Skill Development Center (SDC) untuk menyiapkan para angkatan kerja.
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Print Friendly
Prestasi ini tentunya melibatkan semua pihak, baik unsur sekolah maupun masyarakat, khususnya IDUKA. Menyandang prestasi sebagai salah satu dari SMK Pusat Keunggulan, SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar berkomitmen mengedepankan pelayanan prima dalam menumbuhkembangkan potensi dan bakat peserta didik yang bergabung. Dengan program link and match mencakup penyelarasan kurikulum sekolah dengan IDUKA contohnya Lor In Hotel, pembelajaran melalui project base learning, program guru tamu dari industri, dan pembinanaan produk kreatif dan kewirausahaan berbasis unit produksi teaching factory,  kami berharap semua itu mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, unggul, dan super-match (hard skills, soft skills maupun karakter yang kuat). Selama 35 tahun mengabdi, SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar sudah dan akan terus berkomitmen untuk membantu semua kalangan termasuk kalangan ekonomi lemah untuk dapat merasakan pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang sangat terjangkau Tutur Kepala SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar Muzaiyin Arifin.(Bayu Eska)

Pin It on Pinterest